MASUK SURGA KARENA RAHMAT ALLAH
https://khfendi.blogspot.com/2020/04/masuk-syurga-karena-rahmat-dari-allah.html?m=1Dalam Al-Fatihah ayat 1, kata "RAHMAN" dan "RAKHIM" disebutkan dalam konteks BASMALAH:
BISMI ALLAH AR-RAHMAN AR-RAKHIM
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
"DENGAN menyebut NAMA ALLAH Yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG. "
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 1)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quranapp.id
- AR-RAHMAN (الرحمن) berarti MAHA PENGASIH, menunjukkan kasih sayang Allah yang luas dan tidak terbatas kepada semua makhluk.
- AR-RAKHIM (الرحيم) berarti MAHA PENYAYANG, menunjukkan kasih sayang Allah yang khusus kepada hamba-Nya yang BERIMAN.
Jadi, dalam konteks BASMALAH, AR-RAHMAN dan AR-RAKHIM menunjukkan sifat Allah yang penuh KASIH SAYANG dan PENYAYANG, serta mengawali setiap surah dalam Al-Qur'an (kecuali Surah At-Tawbah) sebagai pengingat akan kasih sayang Allah. 🌟
-------
RAHMAT dan RAHMAN adalah dua kata dalam bahasa Arab yang terkait dengan sifat Allah.
- RAHMAT (رحمة) berarti "KASIH SAYANG" atau "rahmat". Dalam konteks agama Islam, Rahmat merujuk pada kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
- RAHMAN (رحمن) adalah salah satu nama Allah yang berarti "MAHA PENGASIH" atau "MAHA PENYAYANG". RAHMAN adalah sifat Allah yang menunjukkan KASIH SAYANG-Nya yang luas dan tidak terbatas.
Jadi, RAHMAN adalah sifat Allah yang memiliki RAHMAT (KASIH SAYANG) yang sangat luas dan tidak terbatas. 🌟
------
*RAHMATAN LIL'ALAMIN* adalah sebuah konsep dalam Islam yang berarti "RAHMAT BAGI SELURUH ALAM". Ini adalah sifat dari Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang menekankan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kebaikan bagi seluruh umat manusia, tanpa memandang agama, ras, atau latar belakang.
*Al-Qur'an, Surat Al-Anbiya' (21): 107*
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya: "Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai RAHMAT BAGI SELURUH ALAM."
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi non-Muslim.
*Hadis*
لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرَهُ مِنْ النَّارِ قَالَ قَالُوا وَلَا إِنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ
Artinya: "Tidak ada seorang pun di antara kalian yang akan MASUK SURGA karena amalnya, dan tidak ada yang akan diselamatkan dari neraka." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga engkau?" Beliau menjawab, "Tidak juga aku, kecuali ALLAH melimpahkan RAHMAT-Nya kepadaku." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa masuk surga bukan hanya karena amal baik, tetapi karena rahmat Allah. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak masuk surga karena amalnya, tetapi karena rahmat Allah.
Jadi, konsep RAHMATAN LIL'ALAMIN dan ayat Al-Qur'an serta hadis di atas menekankan bahwa RAHMAT ALLAH adalah sumber utama kebaikan dan keselamatan. ISLAM adalah agama yang membawa RAHMAT BAGI SELURUH ALAM, dan RAHMAT ALLAH adalah yang menyelamatkan manusia dari azab neraka. 🌟
-------
ILMU AKHIRAT/NAUNGAN/SYAFAAT
7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLÂH.SWT PADA HARI KIAMAT
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
(1) IMAM/PEMIMPIN yang ADIL,
(2) seorang PEMUDA yang tumbuh dewasa dalam BERIBADAH kepada Allâh,
(3) seorang yang HATINYA bergantung ke MASJID,
(4) dua orang yang SALING MENCINTAI/BERKASIH SAYANG di jalan Allâh, keduanya BERKUMPUL karena-Nya dan BERPISAH karena-Nya,
(5) seorang LAKI-LAKI yang diajak BERZINA oleh seorang WANITA yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya AKU TAKUT KEPADA ALLAH.’ Dan
(6) seseorang yang BERSEDEKAH dengan satu SEDEKAH lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang DIINFAQKAN tangan kanannya, serta
(7) seseorang yang BERDZIKIR kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
(HR. Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, Tirmidzi, An Nasai)
https://gama-hp.blogspot.com
www.linkedin.com/in/hfendi





0 comments:
Post a Comment