BERTAUBAT & BERSUCI
Berikut penjelasan pengertian bertaubat dan bersuci (thaharah) lengkap dengan contoh serta dalil Al-Qur’an dan Hadis.1. Pengertian Bertaubat (التوبة)
A. Arti Taubat
Taubat secara bahasa berarti: kembali.
Secara istilah syariat, taubat adalah:
Kembalinya seorang hamba kepada Allah dengan menyesali dosa, meninggalkan maksiat, serta bertekad tidak mengulanginya lagi.
Taubat adalah tanda keimanan, karena manusia pasti memiliki kesalahan, dan Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya.
B. Syarat-syarat Taubat yang Benar (Taubat Nasuha)
Para ulama menjelaskan taubat yang sah harus memenuhi:
Menyesal atas dosa yang dilakukan
Berhenti dari perbuatan dosa tersebut
Berjanji/bertekad tidak mengulanginya lagi
Jika berkaitan dengan hak manusia, harus mengembalikan hak atau meminta maaf
C. Contoh Taubat dalam Kehidupan
Menyesal karena pernah meninggalkan shalat, lalu mulai shalat tepat waktu.
Pernah ghibah (menggunjing), lalu berhenti dan meminta maaf.
Pernah menipu dalam jual beli, lalu mengembalikan uang/hak orang lain.
Pernah membuka aurat, lalu memperbaiki pakaian sesuai syariat.
Menyesal karena pernah meninggalkan shalat, lalu mulai shalat tepat waktu.
Pernah ghibah (menggunjing), lalu berhenti dan meminta maaf.
Pernah menipu dalam jual beli, lalu mengembalikan uang/hak orang lain.
Pernah membuka aurat, lalu memperbaiki pakaian sesuai syariat.
D. Dalil Taubat dalam Al-Qur’an
1. Perintah bertaubat kepada Allah
Allah berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya:
"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung."
(QS. An-Nur: 31)
2. Allah mencintai orang yang bertaubat
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Ayat ini menggabungkan dua amal besar: taubat dan bersuci.
3. Taubat Nasuha
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha)."
(QS. At-Tahrim: 8)
E. Dalil Taubat dalam Hadis
1. Allah menerima taubat
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat."
(HR. Muslim)
2. Semua manusia berdosa dan sebaik-baiknya adalah yang bertaubat
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya:
"Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak salah adalah yang banyak bertaubat."
(HR. Tirmidzi)
2. Pengertian Bersuci (الطهارة)
A. Arti Bersuci (Thaharah)
Bersuci dalam Islam disebut Thaharah (الطهارة).
Artinya:
Membersihkan diri dari hadats dan najis agar seorang muslim layak untuk beribadah, terutama shalat.
Bersuci adalah syarat utama sahnya shalat dan banyak ibadah lainnya.
B. Macam-macam Bersuci
1. Bersuci dari Hadats (حَدَث)
Hadats adalah keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah.
Hadats kecil: disucikan dengan wudhu
Contoh: buang angin, buang air kecil, tidur nyenyak.
Hadats besar: disucikan dengan mandi wajib (ghusl)
Contoh: junub setelah hubungan suami-istri, mimpi basah, haid/nifas.
1. Perintah bertaubat kepada Allah
Allah berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya:
"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung."
(QS. An-Nur: 31)
2. Allah mencintai orang yang bertaubat
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Ayat ini menggabungkan dua amal besar: taubat dan bersuci.
3. Taubat Nasuha
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha)."
(QS. At-Tahrim: 8)
E. Dalil Taubat dalam Hadis
1. Allah menerima taubat
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat."
(HR. Muslim)
2. Semua manusia berdosa dan sebaik-baiknya adalah yang bertaubat
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya:
"Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak salah adalah yang banyak bertaubat."
(HR. Tirmidzi)
2. Pengertian Bersuci (الطهارة)
A. Arti Bersuci (Thaharah)
Bersuci dalam Islam disebut Thaharah (الطهارة).
Artinya:
Membersihkan diri dari hadats dan najis agar seorang muslim layak untuk beribadah, terutama shalat.
Bersuci adalah syarat utama sahnya shalat dan banyak ibadah lainnya.
B. Macam-macam Bersuci
1. Bersuci dari Hadats (حَدَث)
Hadats adalah keadaan tidak suci yang menghalangi ibadah.
Hadats kecil: disucikan dengan wudhu
Contoh: buang angin, buang air kecil, tidur nyenyak.
Hadats besar: disucikan dengan mandi wajib (ghusl)
Contoh: junub setelah hubungan suami-istri, mimpi basah, haid/nifas.
2. Bersuci dari Najis (نجاسة)
Najis adalah benda kotor yang harus dibersihkan.
Contoh najis:
darah
air kencing
kotoran manusia/hewan tertentu
bangkai (kecuali ikan dan belalang)
Najis adalah benda kotor yang harus dibersihkan.
Contoh najis:
darah
air kencing
kotoran manusia/hewan tertentu
bangkai (kecuali ikan dan belalang)
C. Contoh Bersuci dalam Kehidupan
1. Contoh Bersuci dengan Wudhu
Setelah buang air kecil, seseorang membersihkan diri lalu berwudhu untuk shalat.
1. Contoh Bersuci dengan Wudhu
Setelah buang air kecil, seseorang membersihkan diri lalu berwudhu untuk shalat.
2. Contoh Bersuci dengan Mandi Wajib
Setelah junub atau selesai haid, seorang muslim mandi wajib sebelum shalat.
Setelah junub atau selesai haid, seorang muslim mandi wajib sebelum shalat.
3. Contoh Bersuci dari Najis
Membersihkan pakaian yang terkena najis.
Mencuci tempat yang terkena air kencing.
Membersihkan pakaian yang terkena najis.
Mencuci tempat yang terkena air kencing.
3. Dalil Bersuci dalam Al-Qur’an
1. Perintah wudhu
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai siku, usaplah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai mata kaki."
(QS. Al-Ma’idah: 6)
2. Allah mencintai orang yang bersuci
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersuci."
(QS. Al-Baqarah: 222)
3. Kesucian pakaian
Allah berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya:
"Dan pakaianmu bersihkanlah."
(QS. Al-Muddatsir: 4)
4. Dalil Bersuci dalam Hadis
1. Bersuci adalah bagian dari iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya:
"Bersuci itu adalah sebagian dari iman."
(HR. Muslim)
2. Shalat tidak diterima tanpa bersuci
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Artinya:
"Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Hubungan Taubat dan Bersuci
Taubat adalah bersuci hati, sedangkan thaharah adalah bersuci badan.
Seorang muslim yang sempurna adalah yang:
membersihkan hati dari dosa dengan taubat
membersihkan tubuh dari hadats dan najis dengan thaharah
1. Perintah wudhu
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai siku, usaplah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai mata kaki."
(QS. Al-Ma’idah: 6)
2. Allah mencintai orang yang bersuci
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya:
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersuci."
(QS. Al-Baqarah: 222)
3. Kesucian pakaian
Allah berfirman:
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Artinya:
"Dan pakaianmu bersihkanlah."
(QS. Al-Muddatsir: 4)
4. Dalil Bersuci dalam Hadis
1. Bersuci adalah bagian dari iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya:
"Bersuci itu adalah sebagian dari iman."
(HR. Muslim)
2. Shalat tidak diterima tanpa bersuci
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
Artinya:
"Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kalian jika ia berhadats sampai ia berwudhu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
5. Hubungan Taubat dan Bersuci
Taubat adalah bersuci hati, sedangkan thaharah adalah bersuci badan.
Seorang muslim yang sempurna adalah yang:
membersihkan hati dari dosa dengan taubat
membersihkan tubuh dari hadats dan najis dengan thaharah
6. Kesimpulan Singkat
Taubat: kembali kepada Allah dengan menyesal, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.
Dalil: QS. An-Nur: 31, QS. At-Tahrim: 8, HR. Muslim, HR. Tirmidzi.
Bersuci (Thaharah): membersihkan diri dari hadats dan najis agar ibadah sah.
Dalil: QS. Al-Ma’idah: 6, QS. Al-Muddatsir: 4, HR. Muslim, HR. Bukhari-Muslim.
Taubat: kembali kepada Allah dengan menyesal, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.
Dalil: QS. An-Nur: 31, QS. At-Tahrim: 8, HR. Muslim, HR. Tirmidzi.
Bersuci (Thaharah): membersihkan diri dari hadats dan najis agar ibadah sah.
Dalil: QS. Al-Ma’idah: 6, QS. Al-Muddatsir: 4, HR. Muslim, HR. Bukhari-Muslim.





0 comments:
Post a Comment