We provide services including consultancy, training, implementation, customization and maintenance support.

Tuesday, 23 April 2024

IMAM/PEMIMPIN

IMAM/PEMIMPIN

SABAR, SALING CINTA, MENDOAKAN, ADIL, TAKWA, TANGGUNG JAWAB & AMANAH

SIDDIQ, AMANAH, FATHONAH, TABLIGH

https://yrsholihin.wordpress.com/2017/08/01/4-sifat-nabi-shiddiq-amanah-fathonah-dan-tabligh/


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

PEMIMPIN SABAR

وَ جَعَلْنَا مِنْهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا لَمَّا صَبَرُوْا ۗ وَكَا نُوْا بِاٰ يٰتِنَا يُوْقِنُوْنَ

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu PEMIMPIN-PEMIMPIN yang MEMBERI PETUNJUK dengan perintah Kami selama mereka SABAR. Mereka meyakini ayat-ayat Kami." (QS. As-Sajdah 32: Ayat 24)

Nabi Muhammad SAW Bersabda:

PEMIMPIN SALING CINTA & MENDOAKAN

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

“Sebaik-baik IMAM (PEMIMPIN) kalian adalah yang kalian CINTA dan mereka MENCINTAI kalian, kalian DOAKAN mereka dan mereka MENDOAKAN kalian. Sebaliknya seburuk-buruk imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian BENCI dan mereka MEMBENCI mereka, kalian LAKNAT mereka dan mereka MELAKNAT mereka" (HR.Muslim)

ZAKAT SEDEKAH & DOA
Sabda Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam: “Peliharalah HARTA BENDAMU dengan cara mengeluarkan ZAKAT. Dan OBATILAH PENYAKITMU dengan SEDEKAH. Dan HADAPILAH COBAAN YANG DATANG BERTUBI-TUBI DENGAN DOA dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR. Abu Daud)

AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR

"Hendaklah kamu BERAMAR MAKRUF (menyuruh berbuat baik) dan BERNAHI MUNGKAR (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan MENGUASAKAN atasmu orang-orang yang PALING JAHAT di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu BERDOA dan tidak dikabulkan (doa mereka)." (HR. Abu Dzar).

DZIKIR DOA MAKAN & MINUM
Allah SWT berfirman (Hadis Qudsi): Seharusnyalah orang yang BERAKAL itu membagi (waktunya) menjadi tiga jam: satu jam untuk BERZIKIR dan BERDOA kepada Allah, satu jam untuk mengadakan perhitungan terhadap DIRINYA SENDIRI dan satu jam lagi untuk keperluan MAKAN & MINUMNYA.” (HR. Ibnu Hibban, dari Abu Dzar)
PEMIMPIN TANGGUNG JAWAB & AMANAH
Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4789
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ، وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ. أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ.
Dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:
Setiap KALIAN adalah PEMIMPIN, dan setiap kalian akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang IMAM adalah pemimpin dan akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang LAKI-LAKI adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai PERTANGUNGJAWABANNYA.
Seorang WANITA adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA.
Seorang BUDAK juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA
Sungguh setiap KALIAN adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai PERTANGGUNGJAWABANNYA. ( HR.Bukhari)

PEMIMPIN ADIL
7 GOLONGAN YANG DINAUNGI ALLÂH.SWT PADA HARI KIAMAT
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
(1) IMAM/PEMIMPIN yang ADIL,
(2) seorang PEMUDA yang tumbuh dewasa dalam BERIBADAH kepada Allâh,
(3) seorang yang HATINYA bergantung ke MASJID,
(4) dua orang yang SALING MENCINTAI di jalan Allâh, keduanya BERKUMPUL karena-Nya dan BERPISAH karena-Nya,
(5) seorang LAKI-LAKI yang diajak BERZINA oleh seorang WANITA yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya AKU TAKUT KEPADA ALLAH.’ Dan
(6) seseorang yang BERSEDEKAH dengan satu SEDEKAH lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang DIINFAQKAN tangan kanannya, serta
(7) seseorang yang BERDZIKIR kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”
(HR. Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, Tirmidzi, An Nasai)
Facebook

PEMIMPIN ADIL & MENEGAKKAN KEADILAN

Berikut penjelasan arti adil, makna pemimpin harus adil, serta dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang kewajiban menegakkan keadilan.

1. Arti Adil (العدل)

Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, memberikan hak kepada yang berhak, serta memutuskan perkara tanpa memihak.

Dalam Islam, adil berarti:

  • tidak zalim
  • tidak berat sebelah
  • tidak dipengaruhi hawa nafsu
  • tidak dipengaruhi suap
  • tidak dipengaruhi keluarga, kelompok, atau kepentingan tertentu

Lawan dari adil adalah ظُلْمٌ (zhalim), yaitu menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya serta merampas hak orang lain.

2. Makna Pemimpin Harus Adil

Pemimpin dalam Islam (imam, kepala desa, bupati, gubernur, presiden, ketua organisasi, kepala sekolah, dll) wajib bersikap adil, karena:

A. Pemimpin adalah Amanah

Kepemimpinan bukan kehormatan semata, tetapi tanggung jawab besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

B. Keadilan adalah Pondasi Pemerintahan

Jika pemimpin adil:

  • rakyat tenteram
  • hukum dihormati
  • ekonomi berkembang
  • konflik sosial berkurang
  • keberkahan turun

Jika pemimpin zalim:

  • masyarakat rusak
  • terjadi ketidakpercayaan
  • timbul fitnah dan permusuhan
  • hilang keberkahan

3. Dalil Al-Qur’an tentang Adil dan Menegakkan Keadilan

A. Perintah Tegas untuk Berlaku Adil

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

Artinya:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan."
(QS. An-Nahl: 90)

➡️ Ayat ini sangat terkenal dan sering dibaca dalam khutbah Jumat, sebagai perintah universal untuk menegakkan keadilan.

B. Adil Walaupun kepada Orang yang Dibenci

Allah berfirman:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya:
"Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS. Al-Mā’idah: 8)

➡️ Islam memerintahkan adil bahkan kepada orang yang kita benci atau musuh.

C. Menjadi Saksi Kebenaran Walau Merugikan Diri Sendiri

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ

Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri, atau terhadap kedua orang tua dan kerabatmu." (QS. An-Nisā’: 135)

➡️ Ini dalil bahwa keadilan tidak boleh kalah oleh hubungan keluarga.

D. Larangan Mendukung Orang Zalim

Allah berfirman:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Artinya:
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, nanti kamu disentuh api neraka. Dan kamu tidak akan mempunyai pelindung selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan."
(QS. Hūd: 113)

➡️ Bukan hanya berbuat zalim yang dilarang, tetapi mendukung kezaliman juga dilarang.

4. Dalil Hadis tentang Pemimpin Adil

A. Pemimpin Adil Dinaungi Allah pada Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ... إِمَامٌ عَادِلٌ

Artinya:
"Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya… (salah satunya adalah) pemimpin yang adil."
(HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ Ini menunjukkan pemimpin adil memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.

B. Pemimpin Zalim Paling Berat Siksaannya

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِمَامٌ جَائِرٌ

Artinya:
"Sesungguhnya manusia yang paling berat azabnya di sisi Allah pada hari kiamat adalah pemimpin yang zalim." (HR. Ahmad)

➡️ Karena kezalimannya berdampak luas dan merusak kehidupan banyak orang.

C. Ancaman bagi Orang yang Mengambil Hak Orang Lain karena Putusan Tidak Adil

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ، وَإِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ، وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ، فَأَقْضِيَ لَهُ عَلَى نَحْوِ مَا أَسْمَعُ، فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ شَيْئًا فَلَا يَأْخُذْهُ، فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّارِ

Artinya:
"Sesungguhnya aku hanyalah manusia, dan kalian datang bersengketa kepadaku. Bisa jadi salah seorang dari kalian lebih pandai menyampaikan hujjahnya daripada yang lain, lalu aku memutuskan berdasarkan apa yang aku dengar. Maka siapa yang aku putuskan mendapat sesuatu yang sebenarnya hak saudaranya, janganlah ia mengambilnya, karena sesungguhnya aku memotongkan baginya sepotong api neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ Ini peringatan keras tentang bahaya mengambil hak orang lain dengan cara manipulasi atau keputusan tidak adil.

5. Bentuk-bentuk Keadilan yang Wajib bagi Pemimpin

Pemimpin yang adil wajib memperhatikan beberapa bentuk keadilan berikut:

A. Adil dalam Hukum

Tidak membedakan kaya–miskin, pejabat–rakyat, keluarga–orang lain.

B. Adil dalam Pelayanan Masyarakat

Bantuan sosial, proyek pembangunan, fasilitas umum harus merata sesuai kebutuhan.

C. Adil dalam Keputusan

Tidak mengambil keputusan karena tekanan, suap, nepotisme, atau kepentingan politik.

D. Adil dalam Amanah Jabatan

Tidak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri atau kelompok tertentu.

E. Adil dalam Pembagian Tugas dan Penghargaan

Memberi tugas sesuai kemampuan dan memberi penghargaan sesuai prestasi.

6. Kesimpulan Singkat

Adil adalah kewajiban utama dalam Islam, apalagi bagi seorang pemimpin.

  • Pemimpin adil akan mendapat pertolongan Allah dan kemuliaan di akhirat.
  • Pemimpin zalim mendapat ancaman berat karena kezalimannya merusak banyak orang.

Dalil paling kuat tentang keadilan:

QS. An-Nahl: 90 → Allah memerintahkan adil dan ihsan
QS. An-Nisā’: 135 → tegakkan keadilan walau terhadap diri sendiri dan keluarga
QS. Al-Mā’idah: 8 → adil walaupun kepada yang dibenci
HR. Bukhari-Muslim → pemimpin adil dinaungi Allah


PEMIMPIN AMANAH & BERTANGGUNG JAWAB

1. Pengertian Singkat

  • Tanggung jawab (مسؤولية): melaksanakan tugas sampai selesai (kerja nyata).
  • Amanah (الأمانة): jujur menjaga titipan, tidak curang, tidak korup.

Rumus:

  • Tanggung jawab tanpa amanah = zalim
  • Amanah tanpa tanggung jawab = lemah

Pemimpin ideal harus kuat + amanah:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ "Sesungguhnya orang terbaik yang engkau pekerjakan adalah yang kuat lagi amanah." (QS. Al-Qashash: 26)

2. Dalil Al-Qur’an tentang Amanah Pemimpin

A. Amanah wajib ditunaikan

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkan dengan adil. Sungguh Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa’: 58)

B. Haram berkhianat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan (jangan pula) mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS. Al-Anfal: 27)

C. Ciri mukmin: menjaga amanah dan janji

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

"Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janji-janji mereka." (QS. Al-Mu’minun: 8)

D. Orang dipercaya wajib menunaikan titipan

فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ

"Jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanahnya dan bertakwa kepada Allah, Tuhannya." (QS. Al-Baqarah: 283)

E. Amanah itu sangat berat

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikulnya dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu manusia memikulnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh."
(QS. Al-Ahzab: 72)

3. Dalil Hadis tentang Amanah Pemimpin

A. Amanah hilang = tanda kiamat

إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ قِيلَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

"Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat." Ditanya: "Bagaimana amanah disia-siakan?" Beliau menjawab: "Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR. Bukhari)

B. Khianat = ciri munafik

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika diberi amanah ia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim)

C. Tidak amanah = tidak sempurna iman

لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ

"Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji." (HR. Ahmad)

D. Pemimpin menipu rakyat = diharamkan surga

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

"Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanah memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah haramkan surga baginya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

4. Standar Pemimpin Qur’ani

Nabi Yusuf berkata:

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

"Jadikanlah aku bendaharawan negeri; sesungguhnya aku pandai menjaga (amanah) dan berilmu." (QS. Yusuf: 55)

➡️ Pemimpin ideal: Amanah (hafizh) + Kompeten (‘alim).

KESIMPULAN

Pemimpin Islam wajib memiliki dua hal:

  1. Tanggung jawab (kerja nyata untuk rakyat).
  2. Amanah (jujur, bersih, tidak khianat).

Jabatan bukan kehormatan, tetapi amanah besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.


YANG BERHAK MENJADI IMAM
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Yang (berhak) menjadi IMAM (suatu) kaum, ialah yang paling pandai membaca KITABULLAH/AL QUR'AN. Jika mereka dalam bacaan sama, maka yang lebih mengetahui tentang SUNNAH/AL HADITS. Jika mereka dalam sunnah sama, maka yang lebih dahulu HIJRAH. Jika mereka dalam hijrah sama, maka yang lebih dahulu MASUK ISLAM (dalam riwayat lain: umur). Dan janganlah seseorang menjadi imam terhadap yang lain di tempat kekuasaannya (dalam riwayat lain: di rumahnya). Dan janganlah duduk di tempat duduknya, kecuali seizinnya” [HR. Muslim]

PEMIMPIN IMAN & TAKWA

http://khfendi.blogspot.com/2020/04/iman-dan-takwa.html?m=1

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Dan sekiranya penduduk negeri BERIMAN & BERTAKWA, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka BERKAH DARI LANGIT & BUMI, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)

TAKWA@GAMA-HAPPY.NET

Islam, Iman, SABAR, SHOLAT, Benar, Taat, Sedekah, Istighfar, Menahan Marah, Memaafkan
BALASAN TAKWA
4. URUSANYA DITANGANI, DIATUR, DAN DIAWASI LANGSUNG OLEH ALLAH,
5. DIHILANGKAN KESULITANNYA, SELALU DIBERI JALAN KELUAR BAGI MASALAHNYA, DAN DIBERI REZEKI DARI JALAN YANG TAK DISANGKA-SANGKA
6. SELALU DITOLONG DAN DILINDUNGI ALLAH DARI PERBUATAN ORANG-ORANG ZALIM DAN BERNIAT BURUK.
10. HATINYA SELALU TERANG DENGAN CAHAYA, PETUNJUK, RAHASIA ALLAH, HIKMAH & ILMU.
13. DOANYA MUSTAJAB & PEMBICARAANNYA TAJAM.
TAKWA SURGA
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang BERTAKWA berada dalam SURGA dan KENIKMATAN." (QS. At-Tur 52: Ayat 17)

KEMENANGAN: TAKWA & SURGA

https://khfendi.blogspot.com/2025/12/kemenangan-takwa-surga.html

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

"Dan barang siapa TAAT kepada ALLAH dan RASUL-Nya serta TAKUT kepada ALLAH dan BERTAKWA kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang MENDAPAT KEMENANGAN." (QS. An-Nur 24: Ayat 52)


لَا يَسْتَوِيْۤ اَصْحٰبُ النَّا رِ وَاَ صْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۗ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

"Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; PARA PENGHUNI SURGA itulah ORANG-ORANG yang MEMPEROLEH KEMENANGAN." (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 20)


وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِ نَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْنَ

"Dan barang siapa menjadikan ALLAH, RASUL-Nya, dan orang-orang yang BERIMAN sebagai penolongnya, maka sungguh, PENGIKUT (AGAMA) ALLAH ITULAH YANG MENANG." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 56)


وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهٖ قُلُوْبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

"Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai KABAR GEMBIRA agar HATIMU menjadi TENTERAM karenanya. Dan KEMENANGAN ITU HANYALAH DISISI ALLAH. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 10)

SEHAT, TAKWA, KAYA & BAHAGIA

https://khfendi.blogspot.com/2024/04/sehat-takwa-kaya-bahagia.html

 اَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak mengapa seseorang itu KAYA asalkan BERTAKWA. SEHAT bagi orang yang BERTAKWA itu lebih baik dari KAYA. Dan hati yang BAHAGIA adalah bagian dari NIKMAT." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

---------------

DOA AGAMA, DUNIA & AKHIRAT

https://khfendi.blogspot.com/2024/04/doa-dzikir.html

DOA & E-LEADERSHIP
ANTUM MANAGER:
Sabar, Donga Dinonga, Saling Cinta, Adil, Takwa, Tanggung Jawab & Amanah.
IMAM/PEMIMPIN
----------
1. DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN & KEKAYAAN
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN, dan KEKAYAAN.”
(HR. Muslim, Tirmidzi & Ibnu Majah).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu; ILMU yang bermanfaat, REZEKI yang baik, AMAL yang diterima.” (HR. Ibnu As Sunni & Ibnu Majah)
3. DOA SUPAYA TETAP BERDZIKIR, BERSYUKUR & BERIBADAH
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
(Ya Allah, tolonglah aku dalam BERDZIKIR, BERSYUKUR, dan BERIBADAH yang baik kepada-Mu).’” (HR. Abu Daud)
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَة أَمْرِنَا،
وأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتي فِيهَا مَعَاشُنَا،
وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنا الّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا،
وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كلِّ خَيْرٍ،
وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami AGAMA KAMI yang merupakan PENJAGA KESELAMATAN URUSAN KAMI, perbaikilah bagi kami DUNIA KAMI yang menjadi TEMPAT KEHIDUPAN KAMI; perbaikilah bagi kami AKHIRAT KAMI yang menjadi KEMBALI KAMI; Jadikanlah ya Allah KEHIDUPAN ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala KEBAIKAN dan jadikanlah KEMATIAN KAMI sebagai kebebasan kami dari segala KEJAHATAN! (HR. Muslim)
5. DOA HAMBA ALLAH UNTUK MENCAPAI KEMULIAAN
رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَا جِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَا مًا
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada KAMI PASANGAN KAMI dan KETURUNAN KAMI sebagai PENYENANG HATI (KAMI), dan jadikanlah KAMI PEMIMPIN bagi orang-orang yang BERTAKWA.""
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 74)
6. DOA ASHABUL KAHFI: KASIH SAYANG & PETUNJUK
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ رَحۡمَةً وَّهَيِّئۡ لَـنَا مِنۡ اَمۡرِنَا رَشَدًا
Artinya: "Ya Tuhan kami. Berikanlah RAHMAT kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah PETUNJUK yang lurus bagi kami dalam urusan kami." (QS. Al-Kahfi Ayat 10)
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
"Ya Tuhan kami, berilah KAMI KEBAIKAN DI DUNIA (Keselamatan, Rezeki, Ilmu yg bermanfaat, amal shalih, dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini) dan KEBAIKAN DI AKHIRAT (Surga), dan lindungilah kami dari azab neraka.""
(QS. Al-Baqarah Ayat 201)

_______________________________________

0 comments:

Post a Comment